Bagi pecinta musik rock di Indonesia, God Bless selaras dengan namanya merupakan berkat dari Tuhan bagi musik Indonesia. Selama 43 tahun perjalanan karier band God Bless sejak lahir pada 1973 telah membuktikan kualitas dan kapasitas band rock n’ roll tertua di negeri ini yang masih tetap eksis dan terus aktif berkarya hingga saat ini.

Karya-karya God Bless sangat abadi, karena selain banyak menghasilkan lagu-lagu yang sangat bagus, juga dikemas dengan pesan-pesan moral, sosial, dan kehidupan hingga bisa diterima oleh berbagai generasi. Kedekatan saya dengan God Bless pun karena masalah sosial menyangkut kepedulian pada orang-orang terpinggirkan khususnya Orang dengan HIV dan AIDS.

Saya sendiri mengidolai God Bless sejak remaja saat album Semut Hitam pada 1988 dan 20 tahun kemudian pada 18 Desember 2008 saat saya meluncurkan buku tentang kepedulian terhadap HIV dan AIDS berjudul Syair Untuk Sahabat, Mas Ian Antono, gitaris band God Bless, yang saat itu hadir di acara, mengajak saya untuk membuat lagu kepedulian terhadap AIDS.

Sebuah kehormatan dan kebahagiaan yang luar biasa dan sulit diungkapkan dengan rangkaian kata, ketika sosok yang selama ini saya idolakan tiba-tiba mengajak membuat sebuah lagu kemanusiaan yang sedang saya galakan. Hanya dalam beberapa hari lagu dengan judul yang sama dengan buku saya, Syair Utuk Sahabat, tercipta dimana saya membuat lirik dan tentu Mas Ian Antono yang membuat aransemennya. Lagu tersebut pun dimasukkan ke dalam album God Bless pada 2009 yakni 36th.

Selama proses pembuatan lagu Syair Untuk Sahabat, saya semakin mengenal dan dekat dengan semua personil God Bless, yang semuanya memiliki kepribadian sangat luar biasa. Nama besar Achmad albar, Ian Antono, Donny Fattah, dan Abadi Soesman jauh dari gambaran rock star, dewa rock Indonesia, yang mungkin ada di pikiran semua orang yakni angkuh, besar kepala, dan sulit bekerja sama, justru benar-benar sebaliknya mereka semua menunjukkan kepribadian dan kematangan musisi yang low profile, sangat membumi dan terbuka pada siapa pun termasuk pada generasi yang jauh di bawah mereka.

Saya tidak hanya diajak membuat sebuah lagu yang kemudian berkembang menjadi organisasi kepedulian terhadap HIV dan AIDS yang akhirnya saya dirikan pada 2009 bernama Yayasan Syair Untuk Sahabat (Syair.org), nama yang sama dengan judul buku dan lagu, tetapi saya merasa diterima dan telah menjadi bagian dari keluarga God Bless. Kapan pun dan di mana pun bertemu atau saat saya berkunjung, semua personil termasuk anggota keluarganya selalu menyambut dengan terbuka dan kami bisa mengobrol dan berdikusi apa pun, apalagi menyangkut masalah sosial dan kemanusiaan di Indonesia.

Kedekatan saya dengan God Bless tentu bukan hanya secara pribadi, tetapi juga organisasi dan pergerakan kampanye kepedulian terhadap HIV dan AIDS di Indonesia karena God Bless telah menjadi bagian dari perjalanan yang tidak bisa dipisahkan dari mulai buku, lagu, dan hingga menjadi organisasi Syair Untuk Sahabat Foundation (Syair.org) yang masih terus berjalan hingga sekarang ini.

Dalam perjalanannya Syair.org banyak membuat event kampanye kepedulian terhadap AIDS dan yang paling saya ingat saat melibatkan mereka adalah ketika Art for AIDS pada 9 Februari 2010 di Bentara Budaya Jakarta dan Love Mantra pada 1 Desember 2015 di Hard Rock Cafe Jakarta dimana Mas Iyek dan Mas Ian Antono berduet secara akustik menyanyikan lagu Syair Untuk Sahabat. Tanpa disadari pada dua kesempatan itu saya selalu menitikan air mata meski saya sebetulnya tidak mau itu terjadi, tetapi jiwa saya tidak bisa memungkiri dan saya merasa itu merupakan simbol dari penghormatan dan kedekatan saya dengan mereka.

Tepat hari ini Mas Iyek berusia 70 tahun dan sebagai pendiri sekaligus penyanyi selama 43 tahun usia God Bless tentu tidak mudah. Berbagai liku dan terpaan sudah pasti telah banyak dilalui dan faktanya tidak banyak musisi kita yang bisa bertahan dan terus eksis berkarya hingga usia 70 tahun. Achmad Albar bersama God Bless adalah berkah dari Tuhan untuk musik Indonesia dan ia pantas menjadi anutan terutama bagi para musisi generasi penerus bahwa musisi bukan hanya berkarya tetapi juga harus peka pada sesama dan kehidupan di sekitar. Mas Iyek bersama God Bless telah membuktikannya dan saya yakin itu merupakan bagian dari alasan sekaligus jawaban kenapa God Bless bisa bertahan hingga sekarang.

Selamat ulang tahun ke-70 Mas Iyek! Semoga panjang usia, selalu sehat dan terus menjadi inspirasi generasi muda dalam berkarya dan peduli pada masalah sosial dan kehidupan, serta selalu diberikan kemudahan dan keberkahan oleh Allah SWT dalam segala hal. Amiiin….

Yudie Oktav
Syair Untuk Sahabat Foundation (Syair.org)
#Godbless #AchmadAlbar #70TahunAchmadAlbar

IMG-20160716-WA0009 IMG-20160716-WA0010 IMG-20160716-WA0011 IMG-20160716-WA0012 IMG-20160716-WA0013

Comments

comments