Home Program Lilin Cantik Hasil Pelatihan Pertama

Pelatihan keterampilan kembali dibuat oleh Syair.org demi meningkatkan kemampuan dan pemberdayaan ibu-ibu yang hidup dengan HIV dan AIDS. Pelatihan kerajinan lilin atau wax craft kali ini dilakukan lebih mendalam agar para ibu benar-benar menguasai kerajinan lilin sehingga bisa menerapkannya dalam usaha sehari-hari.

Pelatihan yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Nasional ini akan dilakukan dalam empat pertemuan dan masing-masing pertemuan berlangsung 4 jam. Pelatihan pertama dilakukan pada Rabu, 29 Desember 2010, di Sanggar YPI, Tebet.

Pelatihan keterampilan lilin dilakukan oleh seniman yang juga ahli dalam kerajinan lilin, Veri Apriyatno, yang sudah bergelut selama 10 tahun di dunia kerajinan lilin. Selain itu, para ibu yang berjumlah 15 ibu tersebut akan diberikan bekal ilmu Usaha Kecil dan Menengah, serta manajemen dan keuangan.

Hal itu perlu diberikan karena setelah pelatihan Syair.org akan memberikan modal usaha berupa peralatan dan bahan baku untuk usaha keterampialn lilin. Tujuannya agar ilmu yang diberikan tidak sia-sia dan para ibu bisa berdaya, setidaknya bisa mendapat tambahan dari usaha lilin tersebut.

Sebelum pelatihan pertama, Diana Indrani dan Sary Latief dari Syair.org membagikan berbagai kebutuhan pelatihan kepada para ibu, dan selanjutnya Veri yang didampingi beberapa asistennya, mengajarkan para ibu untuk mengenal berbagai macam bahan dasar wax craft, seperti: lilin mentah yang masih berbentuk balok, silicon, pewarna, pewangi, dan lain-lain. Veri juga menyampaikan bahwa dalam membuat wax craft, para ibu harus memiliki kesabaran yang baik dan kreatif dalam menciptakan bentuk lilin.

Pada pelatihan pertama ini, para ibu terlihat sangat senang. Mereka sangat menikmati setiap tahap yang diajarkan, mulai dari melelehkan lilin, membuat cetakan yang berbentuk unik, sampai proses membuka cetakan lilin yang ternyata memiliki teknik khusus karena jika tidak dilakukan dengan benar bisa membuat lilin retak dan rusak.

Para ibu juga sangat bangga dengan hasil karya mereka yang cantik-cantik. Malah salah satu ibu sudah tidak sabar ingin segera menjual hasil karya hari itu, tapi belum diperbolehkan sampai semua proses pelatihan selesai diberikan. Intinya, para ibu bisa membuktikan bahwa mereka memiliki potensi untuk bisa berkarya.

Comments

comments

NEWS