Home News Patung Lilin Pertama di Indonesia, Bambang Pamungkas, Karya Anak Bangsa

Bambang Pamungkas

Bambang Pamungkas

Syair.org bersama WaxArt meluncurkan Patung Lilin Pertama di Indonesia pada 5 Oktober 2013 di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, dengan mendapuk bintang lapangan hijau Bambang Pamungkas sebagai model pertamanya. Patung tersebut memakan waktu empat bulan dalam proses pembuatannya, bahan-bahan pembuatannya pun diakui pendiri Syaor.org dan Wax@rt, Yudie Oktav, didapatkannya dari luar 
negeri.

“Jujur saja, hampir semua bahan kami datangkan dari luar, makanya (modal pembuatan) lumayan. Pengerjaannya juga tidak mudah,
terlebih saat penanaman rambut, kumis, dan jenggot yang membutuhkan ketelitian,” kata Yudie.

Mahakarya tersebut berasal dari tangan dingin anak bangsa Veri Apriyanto seorang seniman dan juga pengurus Syair.org serta pendiri
 WaxArt. Demi mendapatkan kemiripan patung dengan model aslinya yaitu Bambang Pamungkas, Veri menanamkan rambut, jenggot, dan alis yang diambil dari patungan rambut serta bulu-bulu lainnya dari beberapa orang termasuk dari Yudie.

“Alisnya itu berasal dari bulu betisnya Veri, jenggotnya dari saya, dan beberapa orang lainnya yang membantu,” kata Yudie.
Veri mengaku bangga bisa membuat karya patung lilin pertama di Indonesia dengan tokoh Bambang Pamungkas.

“Awalnya saya setengah yakin, Yudie juga setengah yakin, jadi kalau digabungin ya jadi satu. Hampir selalu ada masalah seperti bikin mata, mungkin yang jadi sekarang ini merupakan cetakan (mata) saya yang ke 20 sekian. Jarum yang digunakan untuk menanam rambut juga harus benar-benar kecil karena kalau kebesaran bisa buat patung bolong,” papar Veri.

Selanjutnya, Yudie mengatakan patung tersebut akan ditaruh di Lotte Shopping Avenue selama satu minggu setelah pelaksanaan CPH 2013 berlangsung. Mengenai nantinya akan diletakkan di mana, Yudie belum bisa memastikan hal tersebut. “Kalau mungkin pihak Lotte Shopping Avenue mau beli, ya silakan saja. Tapi kalau tidak, mungkin akan kami taruh di rumah sampai nantinya mungkin ada yang berminat membeli,” tutur Yudie.

Perihal harga yang akan dibandrol, lagi-lagi Yudie tidak bisa menjawab, menurutnya, semua itu tergantung dari rejeki yang akan diterima Syair.org. “Nantinya kan kalau terjual dananya diperuntukan ke yayasan, jadi ya tergantung nanti rejeki yang diberikan saja, kami tidak akan mematok (harga)” ujar Yudie. (vin)

 

Comments

comments

NEWS