Tidak ada yang ingin berpenyakit. Seks aman tentu lebih baik! Seks aman berarti memastikan tidak ada darah, air mani, cairan vagina, atau ASI orang lain masuk ke dalam tubuh Anda, sekaligus melindungi partner Anda juga. Kondom, sarung tangan bedah lateks, dan bungkus plastik adalah cara untuk melindungi Anda dan pasangan dari penyakit menular seksual dan HIV. Memang sedikit ribet, tetapi Anda harus menggunakannya dengan benar saat berhubungan seks.

Kondom
Kondom terbaik untuk hubungan seks adalah kondom lateks berpelumas. Tidak direkomendasikan mamakai kondom kulit domba karena tidak memblokir HIV dan PMS. Jika alergi terhadap lateks, Anda dapat menggunakan kondom poliuretan. Menggunakan pelumas akan membuat segalanya berjalan lancar dan memberikan tambahan perlindungan. Pelumas baik digunakan terutama bagi perempuan yang pertama kali berhubungan seks, atau jika cenderung sakit. Tapi, gunakan selalu pelumas berbasis air (seperti KY Jelly, Astroglide, Aqua Lube, Wet, Foreplay, atau Probe). Jangan gunakan vaseline, krim tangan, atau lotion sebagai pelumas. Jangan pula menggunakan minyak karena minyak hanya baik untuk menggoreng, bukan untuk seks! Anda dapat membeli pelumas berbasis air dan kondom di apotek.

Selalu Menggunakan Kondom
Jika Anda melakukan oral sex atau blowjob, pasanglah kondom terlebih dulu. Untuk hal ini, cobalah kondom yang tidak berpelumas dan kondom yang ada rasa. Apa yang Anda lakukan, jangan sampai mendapat air mani di mulut Anda karena mungkin bisa mendapatkan PMS atau HIV dengan cara tersebut. Jika Anda memiliki sakit tenggorokan atau luka kecil pada gusi (misalnya saat menggosok gigi), ada risiko HIV dari air mani yang masuk ke dalam aliran darah Anda.

Jika Anda adalah orang yang senang dengan mainan seks –sayuran, dildo, vibrator atau entah apapun itu—pasanglah kondom pada hal itu! Jangan masukan mainan ke vagina setelah dimasukan dari tempat lain atau orang lain, sebelum Anda mengganti dengan kondom yang baru.

Apa yang Harus Anda Lakukan:
1. Pastikan kondom Anda baru dan periksalah tanggal kedaluwarsa. Buang kondom yang telah jatuh tempo, sangat panas, dibawa di dompet, atau dicuci dengan mesin cuci. Jika Anda berpikir kondom mungkin tidak bagus, carilah kondom yang baru.
2. Penis harus keras sebelum Anda memasang kondom.
3. Buka dengan hati-hati agar kondom tidak sobek. Berhati-hatilah jika Anda membuka dengan menggunakan gigi.
4. Pastikan kondom terpasang dengan arah yang benar. Sebetulnya seperti kaus kaki: tidak ada sisi yang benar dan sisi yang salah. Pertama,buka gulungan sekitar satu centi untuk melihat arah gulungan. Kemudian memakainya. Saat membuka gulungan harus secara mudah ke penis Anda. Jika Anda memulai salah, coba lagi dengan kondom baru.
5. Pegang bagian atas kondom antara jari-jari saat Anda memasangnya. Ini mencegah gelembung udara, yang dapat menyebabkan kondom bocor. Ini juga meninggalkan ruang di ujung kondom untuk tempat air mani.
6. Pasang kondom ke bawah semaksimal mungkin hingga mencapai dasar penis dekat bola.
7. Pasang pelumas setelah Anda memakai kondom, jangan sebelum karena kondom bisa meleset. Tambahkan pelumas sesering mungkin karena kondom kering lebih mudah pecah.
8. Jika Anda pasang kondom hingga dekat bola Anda, itu menghindari kondom tertinggal. Untuk menceknya, cobalah tarik saat masih keras. Buka kondom hanya setelah benar-benar keluar dari pasangan Anda.
9. Buang segera kondom yang telah digunakan. Gunakan kondom hanya sekali. Jangan pernah menggunakan kondom yang sama. Jangan pernah menggunakan kondom yang telah digunakan orang lain. Jangan pernah keluar lebih dari sekali dalam kondom yang sama.
Sumber: positive.org

88 Comments

Leave a reply

Menjadi organisasi yang menggerakkan kesadaran terhadap isu-isu sosial dan kesehatan yang berkembang di Indonesia, khususnya yang terkait dengan HIV dan AIDS.

Support

Dengan anggota tim dan relawan yang antusias, kami siap mendukung Anda kapan pun.

Contact

Jl. Lebak Indah V No. E/9, RT 10 RW 07

© Copyright 2021 by Syair.org